Sunday, August 24, 2025

Dokter Rudy Kurniawan; Sahabat bagi Diabetesi

Beberapa waktu terakhir, aku sering khawatir melihat tetangga yang perlahan-lahan harus kehilangan jari demi jari, kaki demi kaki, akibat komplikasi diabetes. Rasanya berat melihat kehidupan seseorang yang dulu sehat harus berubah drastis hanya karena penyakit yang seharusnya bisa dicegah. Aku terus saja terbayang-bayang saat aku masih kecil, beliau merupakan salah satu orang yang ikut momong.

Aku terus saja bertanaya-tanya, apakah diabet menyerang secepat itu? Seolah beliau tiba-tiba saja jari kelingking kakinya melepuh, diamputasi... berulang. Sedih, wajah yang dulu selalu tersenyum ramah, kini layu.

Sejak saat itu, aku sering membaca terkait diabet. Apakah ia bisa dicegah? Apakah ia penyakit keturunan ataukah karena pola hidup?

Dokter Rudy Kurniawan, Mengedukasi dari Media Sosial



“Diabetes bukan sekadar penyakit orang tua. Pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius di masa depan."

Ujar dr Rudy Kurniawan dalam ruang Instagram Sobat Diabet. Ah iya aku lupa cerita. Dr Rudy Kurniawan adalah penggagas Sobat Diabet yang menjadi sahabat bagi diabetesi. Diabetesi adalah orang dengan diabet, entah karena keturunan, entah juga karena hal lain.

Beliau aktif mengedukasi di ruang publik. Di ruang live Instagram hingga pertemuan-pertemuan offline. Aku tidak menyanagka bahwa ruang bahasan diabet sangat luas dan dalam.  

Peran dr. Rudy bukan sekadar memberi ceramah. Beliau membimbing anak muda dan komunitas untuk memahami diabetes sejak dini, mulai dari gejala, gaya hidup sehat, hingga cara mencegah komplikasi. Beliau juga merancang program interaktif, seperti “3 Days Challenge Sobat Diabet”, agar edukasi tidak hanya teori tapi bisa langsung diterapkan.

3 Days Challenge adalah salah satu Challenge instagram, dimana Sobat Diabet mengajak followernya untuk mengedukasi orang lain melalui konten gaya hidup sehat dalam pencegahan diabet.

Selain itu, beliau menjadi penghubung antara diabetesi dan masyarakat luas, membuka dialog lewat Instagram Live, sharing session offline, hingga workshop edukatif. Beliau selalu menekankan bahwa edukasi diabetes harus tersampaikan dengan empati, sehingga diabetesi merasa didengar, didukung, dan tidak sendirian dalam perjuangannya.

Aku jadi sadar, peran dr. Rudy di Sobat Diabet lebih dari sekadar dokter; beliau menjadi teman dan penggerak komunitas. Dari satu akun Instagram, satu kelas offline, sampai ribuan relawan, beliau menularkan semangat peduli dan mencegah diabetes sejak muda.

Sobat Diabet: Dari Belajar ke Aksi Nyata

Di Sobat Diabet Academy, anak-anak muda dari berbagai latar belajar  banyak hal, diantaranya:

  1. Gejala dan tanda awal diabetes, supaya bisa mencegah komplikasi serius.
  2. Gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, hingga manajemen stres.
  3. Menyampaikan edukasi dengan empati, agar teman, keluarga, dan komunitas bisa memahami pentingnya pencegahan sejak muda.

Dinobatkan Menjadi Salah Satu Tokoh Inspiratif Astra

Aku terharu ketika mengetahui bahwa Sobat Diabet dinobatkan sebagai Pemenang SATU Indonesia Awards 2023 tingkat provinsi DKI Jakarta oleh Astra. Penghargaan ini menegaskan bahwa kepedulian, jika konsisten dan nyata, bisa menggerakkan banyak orang.

Harapan yang Menular

Sobat Diabet kini hadir di Jabodetabek, Yogyakarta, Bali, Papua, dan kota-kota lain. Para relawan muda menyelenggarakan edukasi, cooking class sehat, live Instagram, kampanye #hands4diabetes, dan program “3 Days Challenge” untuk mengajak masyarakat bergerak.



Aku jadi berpikir: jika tetanggaku mulai memahami risiko diabetes sejak muda, mungkin komplikasi yang mereka alami bisa dicegah. Dan itu membuat hatiku hangat—karena aku bisa ikut menolong dengan edukasi, bukan hanya doa. Aku membagikan edukasi Sobat Diabet kepada tetanaggaku, juga anak-anaknya. Agar pengobatan dan pencegahannya dilakukan dengan menyeluruh.

Bergerak dari Langkah Kecil

Kisah dr. Rudy dan Sobat Diabet membuatku sadar: kepedulian dimulai dari langkah kecil. Dari postingan Instagram, kelas edukatif, hingga relawan yang bergerak di komunitas.

Aku percaya, setiap dari kita bisa menjadi “Sobat” bagi orang lain. Aku bisa mulai dari menyadari risiko, berbagi informasi, atau mengikuti challenge sederhana seperti “3 Days Challenge Sobat Diabet”. Semua itu membantu menanamkan gaya hidup sehat sejak muda—dan bisa menyelamatkan nyawa.

Selain itu, beliau juga menginisiasi Gerakan Gulali, sebuah gerakan sosial yang menggabungkan edukasi dan praktik nyata. Di acara Gulali, seorang educator membawakan materi terkait pengolahan makanan ramah diabetes serta pencegahan diabetes. Tidak hanya itu, terdapat juga games seru untuk menemani keseruan di tengah hari puasa, dan acara diakhiri dengan memasak bersama menu sehat untuk berbuka puasa.



Beliau menjadi penghubung antara diabetesi dan masyarakat luas, membuka dialog lewat Instagram Live, sharing session offline, workshop edukatif, serta Gerakan Gulali. Beliau selalu menekankan bahwa edukasi diabetes harus tersampaikan dengan empati, sehingga diabetesi merasa didengar, didukung, dan tidak sendirian dalam perjuangannya.

Karena pada akhirnya, pencegahan sejak muda bisa membuat perbedaan besar—dan aku punya kesempatan untuk menjadi bagian dari harapan itu.

Wednesday, July 25, 2018

Belajar Menanam

Selain belajar menyanyi, mengaji, menggambar, dan lain sebagainya, kami juga belajar menanam sayur-sayuran menggunakan pupuk kompos buatan sendiri. pupuk kompos ini dihasilkan dari sampah-sampah organik yang tersedia di lingkungan Sanggar Pelangi.

Tanaman yang kami tanam berupa hortikultura dan ditempatkan di samping tempat belajar. Selain tanaman utama tersebut, kami juga menanam berbagai macam aneka bunga.


Mengenalkan Buku Bacaan Pada Komunitas Belajar

Adik-adik yang tergabung ke dalam komunitas Sanggar Pelangi tidaklah semuanya suka membaca. Ada sebagian yang lebih suka main gadget ketimbang membaca buku bacaan. Melihat kenyataan itu, pendamping berinisiatif untuk mengenalkan buku bacaan kepada mereka dengan cara meminta mereka membaca 1 (satu) buku bacaan dalam satu bulan.

Buku-buku yang disediakan tidak hanya buku yang menunjang belajar di sekolah akan tetapi buku-buku bacaan, komik, cerita rakyat, KKPK, percobaan sains dasar, dan lain sebagainya. Buku-buku itu disesuaikan dengan usianya. Mereka bebas menentukan buku mana yang ingin dibaca setiap bulannya.

Nanang sedang membaca buku cerita bergambar

Rutinan Membaca Juz Amma Sebelum Mengaji


Anggota komunitas dibiasakan untuk membaca juz amma bersama-sama sebelum kegiatan mengaji Al-Qur'an dimulai. Hal ini untuk memperlancar bacaan mereka. Pembiasaan ini diharapkan dapat membantu anggota komunitas untuk menghafal juz amma tanpa berusaha menghafal (hafal tanpa sadar).

Friday, July 20, 2018

Belajar Bersama Peserta KKN Dari UGM

Anggota komunitas sedang belajar bersama membuat biopori didampingi oleh kakak-kakak mahasiswa peserta KKN dari UGM. Pada kegiatan itu, materi yang dibahas meliputi jenis-jenis sampah, polusi, siklus hidrologi, cara membuat biopori, manfaat biopori, cara kerja biopori, dan lain sebagainya.
Kegiatan yang berlangsung selama hampir dua jam itu diikuti oleh anggota komunitas belajar Sanggar Pelangi dengan antusias. Mereka terlibat aktif mengikuti proses tanya jawab seakan menunjukkan rasa keingintahuan yang begitu tinggi.
Kegiatan Komunitas Belajar Sanggar Pelangi